Sistem Eksresi Pada Manusia
SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA
1.
Standar
Komptensi
1.1. Kompetensi Dasar
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa
dapat mengidentifikasikan organ-organ penyusun sistem pengeluaran pada manusia
2. Siswa
dapat memahami proses pengeluaran zat sisa pada sistem eksresi manusai
Materi
Dalam tubuh
manusia terjadi proses metabolisme. Dari proses ini dihasilkan energi dan zat
yang berguna bagi tubuh. Selain itu, proses metabolisme juga menghasilkan zat
sisa. Zat sisa ini harus dikeluarkan dari tubuh melalui sistem eksresi.
Sehingga sistem eksresi dapat diartikan sebagai proses pengeluaran zat sisa
yang dihasilkan oleh proses metabolisme.
Zat sisa metabolisme yang
berbentuk zat cair berupa urine, keringat, dan empedu. Sedangkan, zat sisa
metabolisme yang berbentuk gas yaitu CO2. Sistem eksresi manusia terdiri atas beberapa
organ yaitu ginjal, hati, kulit dan paru-paru.
1. Ginjal
a. Struktur dan Fungsi Ginjal
Ginjal manusia berwarna merah dan terdapat sepasang.
Organ tersebut berbentuk seperti biji kacang merah dengan ukuran panjang
sekitar 10 cm.
Gambar 1.
Ginjal terletak di rongga perut, disebelah kiri dan
kanan ruas-ruas tulang pinggang. Kedudukan ginjal sebelah kiri lebih tinggi
dari ginjal sebelah kanan. Hal ini karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat
hati yang berukuran besar.
Gambar 2
Bagian-bagian ginjal terdiri atas kapsul, korteks,
medula (sumsum ginjal) dan rongga ginjal.
1)
Kapsul
Kapsul merupakan selaput tipis yang menyelimuti
ginjal.
2)
Korteks
Korteks merupakan lapisan bagian luar pada ginjal.
Pada bagian korteks terdapat jutaan badan malpighi dan tubulus (saluran). Badan
malpighi terdiri atas glomerulus yang diselubungi kapsul bowman. Tubulus
terbagi menjadi tubulus kontortus proksimal (dekat dengan malpighi) tubulus
kontortus distal (menjauhi malpighi), dan tubulus kolektivus.
3)
Medula (sumsum ginjal)
Medula merupakan lapisan dalam ginjal. Medula ini
terdiri atas beberapa badan berbentuk piramida (kerucut). Di sini terdapat
lengkung henle ascenden (naik) dan lengkung henle descenden (turun). Lengkung
ini menghubungkan antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus
distal.
4)
Rongga ginjal
Rongga ginjal merupakan tempat penampungan urine
kemudian mengalirkannya ke ureter. Jadi, rongga ginjal ini sebagai tempat
bermuaranya tubulus. Beberapa fungsi ginjal dalam tubuh sebagai berikut.
1)
Memegang peranan penting dalam pengeluaran
zat-zat toksin atau racun seperti urea, amonium dan asam urat.
2)
Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.
3)
Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan
zat-zat lain dalam tubuh.
4)
Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa
dari cairan tubuh.
5)
Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea,
kreatin, dan amonia.
b. Proses Pembentukan Urin
Pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu filtrasi
(penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran
zat).
1)
Filtrasi (penyaringan)
Darah dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan
malpighi. Di bagian glomerulus darah disaring. Zat berupa air, garam, glukosa,
dan urea mengalami penyaringan kemudian masuk kapsul bowman. Zat yang
bermolekul besar dan molekul protein tetap berada di pembuluh darah. Hasil penyaringan
itu disebut filtrat glomerulus (urine sekunder).
2)
Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Dari kapsul bowman urine primer menuju ke tubulus
kontortus proksimal. Dalam perjalannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih
berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam, dan asam amino. Setelah reabsopsi
kadar urea dalam tubulus semakin tinggi, sehingga terbentuklah filtrat tubulus
(urine sekunder)
3)
Augmentasi (pengeluaran zat)
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju
tubulus kontortus distal. Di sini melalui pembuluh kapiler darah melepaskan
zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam urine sekunder. Selain itu juga
terjadin penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine sesungguhnya. Urine
ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus dan akhirnya bermuara ke rongga
ginjal. Dari rongga ginjal urine dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih.
Jika kandung kemih sudah cukup mengandung urine maka dinding kantung kemih
menjadi tertekan. Tekanan inilah yang menimbulkan rasa akan buang air kecil.
Selanjutnya urine dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pembuangan yang
disebut uretra.
Gambar 4.
Alur proses pembentukan urine dalam dilihat pada skema
berikut.
Komposisi urine dalam kondisi normal sebagai berikut
1)
Air lebih kurang 95 %
2)
Urea, asam urat, dan amonia merupakan sisa
pembongkaran protein
3)
Zat warna empedu yaitu bilirubin dab biliverdin
yang menyebabkan warna kuning pada urine.
4)
Bermacam-macam garam, terutama garam dapur
(NaCl).
5)
Beberapa zat yang bersifat racun
Jumlah urine yang dikeluarkan tidak selalu sama.
Jumlah urine yang keluar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang
mempengaruhi jumlah urine sebagai berikut.
1)
Jumlah air yang diminum
2)
Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari
darah agar tekanan osmosisnya tetap.
3)
Pengaruh hormon Antidiuretik (ADH) atau hormon
Vasopresin, yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah.
2. Hati
a. Struktur dan fungsi hati
hati disebut sebagai alat eksresi karena menghasilkan
empedu. Empedu merupakan hasil perombakan sel-sel darah merah yang telah tua
dan rusak. Hati merupakan organ yang paling besar di dalam tubuh kita. Hati
mempunyai berat kurang lebih 1,5 kg dan berwarna cokelat. Hati terletak dalam
rongga perut bagian atas sebelah kanan bawah diafragma.
Gambar 5.
Selain berfungsi sebagai organ eksresi, hati juga
memiliki fungsi sebagai berikut.
1)
Menyimpan glikogen (gula otot yang merupakan
hasil pengubahan dari glukosa karena kerja hormon insulin).
2)
Menetralkan racun
3)
Membentuk protrombin (zat yang digunakan dalam
pembekuan darah)
4)
Merombak eritrosit (sel darah merah)
5)
Tempat pengubahan rpovitamin A menjadi vitamin A
6)
Tempat pembentukan urea yang berasal dari
pemecahan protein. Selanjutnya, urea dikirim ke ginjal untuk dikeluarkan.
7)
Tempat pembentukan sel darah merah pada janin
dan berperan dalam penghancuran sel darah merah.
Proses perombakan sel darah merah yang sudah tua akan
menghasilkan zat sisa metabolisme, seperti terlihat pada diagram berikut.
3. Kulit
kulit merupakan salah satu alat eksresi. Melalui
pori-pori kulit, tubuh mengeluarkan keringat, air dan garam-garam mineral.
Struktur muapun fungsi kulit bagi tubuh sebagai berikut.
a. Struktur kulit
1) Epidermis (kulit ari)
Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit terluar yang
sangat tipis. Bagian ini terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan tanduk dan
lapisan malpighi.
a) Lapisan Tanduk
Lapisan tanduk merupakan lapisan paling luar pada
epidermis. Lapisan ini tersusun dari sel-sel mati yang mudah mengelupas.
Lapisan tanduk tidak mengandung pembuluh darah dan saraf sehingga jika
mengelupas tidak mengeluarkan darah dan tidak terasa sakit.
b) Lapisan Malpighi
Lapisan ini terletak di bawah lapisan tanduk dan
tersusun dari sel-sel hidup. Lapisan tersebut mendapatkan makanan dari pembuluh
kapiler yang berada di bawahnya. Pada lapisan tersebut juga terdapat pigmen
kulit. Pigmen ini berfungsi memberi warna pada kulit dan melindungi kulit dari
sinar matahari.
2) Dermis (lapisan kulit jangat)
Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan di
atasnya. Pada lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut.
a)
Pembuluh kapiler darah berfungsi mengangkat O2
dan nutrisi ke jaringan yang ada di dalam dermis.
b)
Kelenjar keringat menghasilkan keringat dan
dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
c)
Kantong rambut yang memiliki akar dan batang
rambut.
d)
Kelenjar minyak rambut menghasilkan minyak untuk
meminyaki rambut agar tidak kering.
e)
Ujung saraf memungkinkan kita dapat menerima
rangsang dari luar tubuh berupa panas, dingin, dan nyeri.
3) Jaringan Bawah Kulit (Subkutaneus)
Jaringan subkutaneus berada di bawah dermis dengan
batas yang tidak jelas. Pada jaringan ini terdapat jaringan lemak yang
berfungsi menahan panas tubuh serta melindungi tubuh bagian dalam dari
benturan.
Hampir seluruh permukaan tubuh diselubungi oleh kulit.
Oleh karena itu, kulit memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kulit mempunyai
beberapa fungsi berikut.
a)
Alat pengeluaran keringat.
b)
Pengatur suhu tubuh
c)
Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D
dengan bantuan sinar matahari.
d)
Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
e)
Sebagai indera peraba dan perasa
f)
Sebagai pelindung tubuh dari gangguan fisik
(sinar, tekanan, suhu), gangguan biologis (jamur), dan gangguan kimiawi.
Gambar 6.
4. Paru-paru
Pada proses pernapasan, paru-paru
akan menghasilkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air yang keluar
melalui lubang hidung. Dengan demikian, paru-paru juga merupakan alat eksresi.
Pada proses
pernapasan akan dihasilkan karbon dioksida
dan uap air. Karbon dioksida diangkut oleh sel darah merah dari sel-sel
tubuh ke paru-paru. Sel darah merah melepaskan CO2 di paru-paru,
sembari mengingat O2 . Jadi, di paru-paru terjadi pertukaran gas CO2
dan O2. Melalui paru-paru inilah CO2 dikeluarkan.
Inilah peran paru-paru sebagai organ eksresi.
Gambar 7.









isi artikel sudah sesuai namun ko hanya 1 artikelnya dan quis belum ada.
BalasHapus